Powered By Blogger

01 Februari 2011

NARSIS OH NARSIS






Narsis, sebuah istilah yang sangat familiar dalam kehidupan kita. Dan, mungkin sudah lama teman-teman sering mendengarnya. Karena saya termasuk orang yang "kurang bergaul", sehingga terlambat mengenal istilah-istilah seperti itu, walaupun sebenarnya bukan istilah baru. Sering teman-teman bilang “tuh orang narsis banget” ketika melihat gambar atau foto seseorang yang “di cakep-cakepin” atau “digagah-gagahin” atau semacam itulah kira-kira……Kemudian akhirnya saya memiliki pemahaman bahwa istilah narsis itu digunakan untuk memberikan sebutan kepada seseorang yang suka menonjolkan dirinya lewat penggambaran yang seolah-olah menjadi orang “yang paling…..”.

Ternyata, pemahaman saya tidak sepenuhnya benar, walaupun juga tidak salah. Setelah saya buka kamus, ternyata istilah narsis yang sering kita dengar itu berasal dari kata narcissism yang berarti suka membanggakan diri sendiri. Memang secara nyata sifat narsis tidak hanya sebatas pada “tampilan foto/gambar yang di cakep-cakepin…..” saja, tetapi jauh lebih luas dari itu dan menyentuh pada aspek psikologis manusia. Namun orang yang suka berfoto dengan pose yang dibuat-buat biar kelihatan seolah-olah paling keren seperti yang dipasang di profile facebook juga termasuk salah satu bentuk "perilaku narsis" (itu pendapat saya, gak setuju juga gak apa-apa).

Setelah saya membaca beberapa artikel, ternyata istilah narsis (narcissism) diambil dari sebuah mitologi yunani dimana seorang kesatria yang bernama Narcissus (ναρκισσος - NARKISSOS) dan parasnya elok bukan main suka memuja dirinya sendiri dan banyak menolak cinta secara kejam dari para wanita yang mencintainya. Sampai suatu saat dia menolak cinta Echo, yang menyebabkan Echo patah hati, dan Narcissus dikutuk sehingga jatuh cinta pada bayangannya sendiri di air kolam .Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narcissus.

Istilah "Narsisme" (dengan mengambil kisah Narcissus) pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud pada tahun 1890-an untuk menggambarkan sifat manusia yang sangat senang mengagumi/melebih-lebihkan dirinya sendiri. Narsisme adalah salah satu bentuk kesombongan manusia dan beberapa pakar psikoanalis mengkategorikan sifat ini sebagai sebuah penyimpangan psikologis pada manusia.

Berbagai karakteristik kepribadian telah dikaitkan dengan narsis. Sebagai contoh, narsis sering didefinisikan sebagai sibuk dengan mimpi-mimpi kesuksesan, kekuasaan, keindahan, dan kecemerlangan serta mencari perhatian dan kekaguman dari orang lain. Berkaitan dengan hal itu, ancaman terhadap harga diri orang yang narsis sering diikuti dengan perasaan marah, tertantang, malu, dan terhina. Seorang narsis juga cenderung lebih memikirkan hak yang harus mereka terima tanpa memikirkan tanggung jawab yang harus dipikul. Menurut American Psychiatric Association, orang yang narsis rentan terhadap kemarahan, rasa malu, rendah diri, dan penghinaan saat mereka dikritik oleh orang lain.
Orang yang memiliki sifat narsis senang melakukan glorifikasi diri yang biasanya diikuti oleh proses psikologis sebaliknya yakni menghina orang lain.

Setelah membaca beberapa artikel dibeberapa blog, Saya pun tersenyum, karena ternyata "Buku Tua" yang sering saya baca, sudah menceritakan, Jauh sebelum Narccisuss, menganggap diri paling, paling dan paling..... Lucifer sudah melakukannya terlebih dahulu. Ketika ia (lucifer) menyadari bahwa, dialah malaikat yang paling "indah dan lebih" dari yang lainnya, ia mulai sombong, dan ingin menggeser DIA yang harusnya bertahta. Maka, akhirnya Lucifer di buang! Teman-teman, "Buku Tua" yang sering saya baca juga, menekankan satu hal, Kesombongan mengawali Kejatuhan! Dan biasanya, mereka yang sombong hingga narsis adalah mereka yang mengenal & menyadari kelebihan-kelebihan diri mereka tanpa mengenal DIA yang menciptakan kita.

Maka, menurut saya, mengenal diri dan tahu potensi diri itu baik, tapi belum cukup. Karena kita semua, telah jatuh dalam dosa. Maka pengenalan diri yang baik dan benar hanya kita temukan, ketika kita mengenal DIA yang menciptakan kita. Tanpa mengenal DIA, kita hanya mengenal "bayang-bayang semu" yang membawa kita pada kesia-siaan.

Pertanyaannya, ada dua: 1). Anda Narsis? jika iya, cemberutlah[ :( ] karena itu bahaya. 2). Sudahkah Anda mengenal siapa Pencipta anda? kalo iya, Tersenyumlah :) Itu bagus!

27 Januari 2011

ANAK MUDA JUGA BISA

"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu" (1 Timotius 4:12)

20 Januari 2009, seluruh dunia terpukau, hampir semua mata tak berkedip menyaksikan "peristiwa langkah" pelantikan Presiden Amerika Serikat, seorang yg berasal dari kaum minoritas (kulit hitam). Ya, untuk pertama kali dalam sejarah, AS memiliki Presiden berkulit hitam.


Dialah Barack Obama. Dan ketika dia berpidato, banyak pihak menganggap pidato pelantikannya itu sangat fenomenal. Luar biasa. Bahkan dibeberapa Negara (mis:Jepang), Pidatonya itu diajarkan kepada Mhsw yg belajar Bahasa Inggris. Pilihan kata demi kata, begitu mempesona. Obama memang anak yang cerdas, guru masa kecil (SD) di Indonesia pun mengakui itu. Dan banyak sekali penulis yang menulis tentang dia. Wajar!!!

Tapi, sayangnya, tak banyak orang yang tahu siapa "aktor sesungguhnya" dibalik pidato fenomenal tersebut. Ternyata, pidato itu, disusun/ditulis oleh seorang anak muda berusia 27 tahun bernama JON FAVREAU. Ya, Favs, demikian nama kesayangnya, membutuhkan waktu 16 jam setiap hari selama dua bulan, untuk mengonsep, memilih dan merangkai kata demi kata untuk pidato pelantikan Obama nanti.

Dan yang lebih luar biasa, ternyata sebelum direkomendasikan oleh asisten komunikasi Obama (Robert Gibbs) tahun 2005, ia hanyalah seorang karyawan gerai kopi starbucks di Penn Quarter. Tapi, karena pemikiran dan kerja kerasnya yang berkesan bagi Gibbs, akhirnya ia direkomendasikan. Selanjutnya, Favs dan Obama makin dekat, mereka saling bertukar pikiran, hingga akhirnya ia bergabung dengan tim kampanye Obama, sebagai ketua tim perumus pidato, 2007 lalu. Kini, rakyat Amerika mengenal Favs sebagai penulis pidato termuda dalam sejarah pelantikan presiden baru AS.

Saya juga belajar dari Rasul Paulus, ketika ia menasihati Timotius (yang notabene masih muda), dia mengingatkan bahwa setiap orang, tak peduli, walau masih muda dapat "meraih kesuksesan" (tentu dalam bidangnya, dan untuk Timotius, pasti pelayanannya) asal ia benar-benar memperhatikan bagaimana cara menjalani kehidupannya. Ya, bagaimana cara kita menjalani dan memaknai hidup ini, itulah yang membedakan kita, orang biasa atau orang luar biasa.

Teman's, hari ini, saya belajar, bahwa dimana pun saya, apa pun saya, saya dapat meraih "puncak-puncak kesuksesan" hidup. Karena itu adalah hak saya, begitu pun Anda. Jangan sia-siakan!
Tapi, sebelumnya, ubahlah terlebih dahulu cara kita menjalani dan memaknai kehidupan ini, mulai dari lingkungan terkecil, hingga masyarakat luas. Karena, perubahan selalu berawal dari diri kita sendiri.

Bravo, anak Muda Indonesia....

28 Juli 2009

FROM ZERO TO HERO (Hakim-Hakim 6:1-40)


(Sebuah 'Catatan' mengenang setahun penyerangan, penganiyaan dan pengusiran paksa Civitas Akademika SETIA dari Asrama & Kampus di Kampong Pulo-Jaktim, dalam perspektif seorang Johan Balukh).

Malam itu, Jumat (25/07/08) adalah malam yang 'spesial' buat saya. Pasalnya, malam itu saya mendapat kesempatan menyampaikan khotbah pada Ibadah gabungan mahasiswa (ada juga beberapa staf/dosen yang hadir) di Aula SETIA.. Itu berarti, saya menjadi 'orang terakhir' yang berkhotbah di mimbar SETIA di kampung Pulo- dalam jajaran civitas akademika SETIA (memang, hari minggunya masih ada Ibadah, tapi itu sudah 'mimbar' GKSI Imanuel Kp. Pulo)...Tentunya, sebagai alumni, ada 'kesan' tersendiri, ketika saya bercerita tentang almamater.....apalagi mengenang 'kampus putih' yang 'terpaksa' kita tinggalkan di kp. Pulo....Selain alasan itu, memang ada 'dorongan' yang kuat dalam hati saya, untuk menuliskannya. Paling tidak, cerita ini, menjadi berkat. Itu Doa saya.

Mungkin, anda percaya yang namanya kebetulan. Tetapi, bagi saya, bukan suatu kebetulan, kalau hari itu (jumat,25/7/2008) seorang Pendeta (senior saya) harus berangkat ke Bandung, dan saya diminta menggantikan dia berkhotbah. Bukan juga kebetulan, kalau malam itu saya berkhotbah tentang suasana mencekam, menakutkan yang di alami bangsa Israel, dan kepahlawanan Gideon dalam kitab Hakim-Hakim 6:1-40.

Menarik, mungkin kata itulah yang tepat, ketika kita mengomentari kisah yang terdapat dalam teks hakim-Hakim 6:1-40. Pasalnya, pada waktu itu orang-orang Israel sedang dalam suasana yang mencekam, penuh ketidakpastian, dan penuh ketakutan, karena mereka sementara dijajah oleh orang-orang Midian. Memang, TUHAN mengijinkan mereka mengalami hal tersebut, karena mereka telah berbuat jahat dimata TUHAN (ay.1)....mereka sangat menderita, bahkan melarat (ay.2-6) setiap orang takut keluar. Begitu pun Gideon, ia sangat ketakutan. Dalam bekerja pun, ia tidak bebas, ia harus bersembunyi, supaya tidak kelihatan oleh tentara-tentara Midian (ay.11). Dan justru dan kondisi seperti inilah, malaikat TUHAN datang menemui Gideon, dan menyapanya, "...TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani..."(ay.12).

Sesuatu yang bertolak belakang bukan? Saya kadang berpikir, apakah malaikat TUHAN tidak tahu, bahwa Gideon adalah seorang penakut? yang jelas-jelas sedang bersembunyi. Kok, bisa-bisanya Gideon dipanggil, "Pahlawan yang gagah berani?". Harusnya, dia sudah pergi melawan orang Midian, atau paling tidak, tidak usalah bersembunyi ketika bekerja, kalau memang dia seorang pahlawan yang gagah berani. iya kan?

Yang benar sajalah. Gideon pun, sepertinya tidak percaya, 'mungkin' dia menganggap itu sekadar lelucuon. Buktinya, dia mempertanyakan kembali penyertaan TUHAN. Dia berkata, "...ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? dimana segala perbuatan-perbuatanya yang ajaib?...(malah) sekarang TUHAN membuang kami dalam cengkraman orang Midian.." (ay.13). Sesuatu yang wajar! 

Akhirnya, TUHAN pun mempertegas janji-Nya, dan mengutus Gideon untuk membebaskan bangsa Israel (ay.14). Tetapi apa yang terjadi, Gideon 'terlanjur' meragukannya. Dia lalu, melihat masa lalunya, latar belakang keluarganya,dlsbnya. Dengan kata lain, Gideon tidak percaya, bahwa dia memang seorang pahlawan. Singkat cerita, terjadilah dialog (baca: tawar-menawar) hingga pada akhirnya, Gideon menguji janji TUHAN sebanyak dua kali. Ketika dia tahu, bahwa TUHAN menyertainya, dia pun bangkit dan menjadi pahlawan yang gagah berani dan luar biasa, dia berhasil membebaskan umat Israel dari cengkraman penjajahan orang Midian (lih. ayat-ayat selanjutnya).

Menarik bukan? Setelah membaca dan merenungkan kisah Gideon, saya pun menyimpulkan. Terkadang, cara pandang kita (baca: manusia) berbeda dengan cara pandang TUHAN terhadap diri kita. Bukan tanpa alasan, TUHAN memanggil Gideon "pahlawan yang gagah berani" mengapa? karena TUHAN melihat hari esok dari Gideon, sementara Gideon 'berkutat' dengan masa lalunya. Gideon mungkin tidak tahu atau lupa, bahwa DIA adalah TUHAN. DIA sanggup merubah seseorang, pecundang sekalipun menjadi pahlawan (from Zero to Hero), kalau memang DIA menghendakinya. Yakin itu!

Itulah ringkasan khotbah saya malam itu. Seteleh selesai Ibadah, saya kembali ke asrama untuk beristirahat. Sayangnya, saya tidak bisa menikmati istirahat malam saya, karena tak lama kemudian, terjadilah penyerangan ke asrama-asrama, bahkan kampus pun diserang. Keesokan harinya (sabtu) saya dan sekitar lima puluh-an teman yang ada di asrama RT 05, benar-benar mengalami penyertaan TUHAN yang luar biasa, DIA memberikan keberanian yang biasa kepada beberapa orang, yang sebelumnya, saya tidak pikirkan (saya tidak akan menceritakan secara detail kronologis kejadiannya). Yang jelas, selama beberapa jam kami diserbu, tak ada seorang pun yang mengalami luka-luka. Nanti setelah ada 'persetujuan' akan dievakuasi ke Polda Metro Jaya, dan dalam perjalanan itulah, korban mulai berjatuhan, ada yang ditikam, ditombak, disirami air raksa, dsbnya...hingga akhirnya kami tiba di Polda Metro Jaya, disana, saya benar-benar membuktikan penyertaan TUHAN (karena hanya saya yang dibawah ke ruangan tsb, ditanya, dan membuat pernyataan)...hingga akhirnya kami diijinkan pulang.

Beberapa waktu kemudian setelah Mahasiswa berada di tempat-tempat pengungsian, saya sempat bercerita dengan seorang Dosen. Dia berkata, "....luar bisa, mereka yang membantu. mahasiswa di tempat-tempat pengungsian, ternyata adalah orang-orang yang kita tidak pernah pikirkan sebelumnya)... Saya pun tersenyum, TUHAN memang dapat memakai saja yang IA kehendaki.

Memang, situasi dan kondisi yang dialami oleh bangsa Israel berbeda dengan situasi dan kondisi yang di alami SETIA. Tetapi bukan tidak mungkin, cara TUHAN menolong dan memulihkan Bangsa Israel akan sama dengan Cara TUHAN memulihkan SETIA. TUHAN punya alasan, mengapa DIA membiarkan bangsa Israel hidup dalam ketidakpastian, begitu pun SETIA.

Bisa saja, ada 'Gideon-Gideon' yang sementara TUHAN siapkan di SETIA. Makanya, DIA mengijinkan SETIA mengalami 'lembah kekelaman' supaya dari proses seperti itulah lahir 'Gideon-Gideon' masa kini yang tidak mengandalkan diri sendiri, tetapi mengandalkan TUHAN. Semoga kita skeptis, tetapi percaya, bahwa DIA sedang 'merenda' masa depan yang indah bagi SETIA. Mungkin saat ini, SETIA dipandang sebela mata (paling tidak oleh segelintir orang yang pernah saya dengar) tetapi nanti, dari SETIA akan lahir pemimpin-pemimpin yang mempengaruhi kekristenan di Indonesia. Tidak mustahil, DIA sanggup merubah Gideon, maka DIA juga bisa, merubah 'pecundang-pecundang' di SETIA menjadi Pahlawan-Pahlawan Iman yang luar bisa. FROM ZERO TO HERO WITH JESUS!.


:)JB fro people.

15 Juli 2009

surat untuk sahabat-KU


Apa khabar mu? 
KU goreskan 'sepucuk' surat ini, agar kamu tahu, bahwa AKU selalu memperhatikanmu....

Kemarin, tatkala kamu berbincang-bincang, bersenda gurau, chatting, SMS, telpon, begitu asyik dengan teman-temanmu,...AKU menunggumu, dengan segenggam harapan agar kamu juga mau berbincang dengan-KU. KU beri kamu senja untuk menutupi harimu, KU hembuskan angin semilir untuk menyejukanmu, dan yang penting, AKU tetap menunggu mu.......
tetapi, kamu tidak pernah datang, perasaan-KU terluka, namun kasih-KU pada mu tak pernah sirna, karena AKU adalah sahabatmu.

Ketika kamu lelap semalam, AKU terus mengawasi mu, AKU ingin membelai keningmu, hingga KU curahkan cahaya rembulan ke wajah mu.....ingin AKU turun ke bawah, membangunkan mu, dan kita berbincang.......tapi AKU menahannya, dan menunggu hingga esok pagi..... tahukah kamu, selaksa hadiah telah KU siapkan untuk mu???

Tetapi sayang, ketiga pagi menjelang, kamu pun segera berpacu dengan waktu, tak sedikit pun memperdulikan AKU.....air mata-KU bergulir, ada tangis di hati-KU.......ingin sekali KU bisikan, "AKU Cinta padamu".................... KU coba isyaratkan lewat hamparan langit biru dan rumput hijau yang bisu...dan KU bisikan lewat gesekan dedaunan, sejuta kembang yang warna-warni...telah KU teriakan lewat aliran sungai pegunungan, kicauan burung beterbangan..KU hangatkan kamu dengan sinar mentari, kasih-KU melebihi dalamnya samudera dan tak terhingga apa pun....

Banyak sekali yang ingin KU bicarakan dengan mu, tetapi.........tak ingi lebih lama KU usik 'kesenangan' mu, kamu begitu sibuk...OL, baca pesan, chatting, dlsbnya.....

AKU hanya ingin kamu tahu satu hal, bahwa AKU sangat mengasihi mu, AKU telah menggantikan kamu, ketika kamu didakwa hukuman mati karena dosa....AKU rela menanggung pukulan, hinaan, kutuk....luka, darah yang mengalir di tubuh-KU itu semua karena kamu.....


AKU tidak butuh, banyak hal dari kamu.....AKU hanya butuh satu waktu khusus yang kamu siapkan untuk AKU.....kini, semua keputusan ada pada mu, sekali lagi...KU pilih kamu, bukan karena kamu orang baik, tetapi karena AKU mengasihi mu....AKU tetap menanti mu tanpa batas waktu.....
Datanglah, bicaralah, dan jangan pernah lupakan keberadaan-KU....

 AKU yang mengasihi mu,
  sahabat mu,

 YESUS

09 Juli 2009

MAMMON PENGGODA YANG SEKSI


Teman saya di Facebook pernah bilang, ".........Kita Cenderung Memberikan Cinta Sejati Justru Kepada Mammon dan Kepada Tuhan Sekadar Cinta monyet, Cinta Lokasi, Cinta Sesaat, dsbnya.. "

Setujukah Anda dengan dia? ..jangan dulu diperdebatkan! 

Krisis ekonomi AS yang sedang berlangsung adalah potret betapa hidup manusia sangat dikuasai dan dibuat tidak berdaya oleh Mammon. Manusia memang cenderung memilih Mammon dan tidak mampu memilih Tuhan. Pada saat kita tidak dengan tegas memilih Tuhan, berarti kita memilih Mammon dan relasi kita dengan Tuhan pun menjadi dingin. Mammon memang penggoda nomer wahid, Monster yang tampil sangat sexy ibarat Angelina Jolie yang tampil telanjang bulat dalam film Beowulf. Siapapun cenderung jatuh ke dalam perangkapnya. Pendeta yang hampir tiap minggu kotbah dan tidak jarang memimpin bible study pun tertangkap basah sedang bercumbu mesra penuh birahi dengan sang Mammon. 

Apa yang membuat Mammon begitu besar pengaruhnya terhadap manusia? 

Pertama, karena Mammon bersedia dikuasai dan diperalat. Tetapi pada saat dikuasai dan diperalatlah, Mammon mencengkeram manusia, membuat manusia tidak berdaya untuk dijadikan budaknya. Bahkan negara adidaya seperti AS dibuat kelimpungan oleh tipu daya Mammon seperti krisis keuangan yang sedang terjadi. Sebaliknya Tuhan, walaupun maha kasih dan maha baik, tidak akan pernah dapat dikuasai dan diperalat oleh manusia. Tuhan tetap selalu maha kudus, maha kuasa dan satu-satunya the Most High. Sikap manusia terhadap Tuhan hanya tunduk total, atau meninggalkan Tuhan. Perbedaan signifikan inilah yang membuat orang cenderung memilih memberikan cinta sejatinya kepada Mammon, dan kepada Tuhan hanya cinlok di gereja pada hari minggu.

Memang akhir akhir ini ada kecenderungan dari beberapa orang yang menyebut diri “pendeta”, berupaya menguasai dan memperalat Tuhan. Mereka membual sepertinya kesembuhan dan kemakmuran ada di tangan dan kehendaknya, yang dengan bebas kapan dan kepada siapa mereka mau berikan. Mereka mengatas-namakan Tuhan yang ditampilkan dengan senantiasa memegang Alkitab terbuka di tangannya, tetapi menipu “jemaat”nya dengan pola hidup “matrek” yang dikuasai Mammon. Sikap mereka sama dengan guru-guru palsu yang diungkapkan oleh rasul Petrus di gereja mula mula dalam 2 Petrus 2. 

Guru-guru palsu masa itu sepertinya tidak menentang doktrin gereja, tetapi mereka merusak jemaat melalui “gaya hidupnya” yang immoral (greedy, arrogant, lust, act by instinct like wild animals, insatiable, slaves of destructive habits) dan menjalin selingkuh dengan sang Mammon seperti Bileam anak Beor yang cinta uang. Mereka hanya mengutamakan bagaimana memuaskan hidup bukan memaknainya dalam Tuhan. Kalau cuma memuaskan hidup sebenarnya tidak perlu doktrin, karena doktrin dan kebenaran hanya dibutuhkan oleh seseorang yang memaknai hidupnya. Celakanya banyak orang tertarik dengan ajaran dan pola hidup matrek ini. Pada akhirnya rasul Petrus mengingatkan bahwa Tuhan sudah menyediakan tempat yang cocok bagi mereka, yaitu tempat yang gelap sehingga mereka bebas berbuat semaunya tanpa harus ada rasa was-was ketangkap basah lagi. 

Kedua, karena kita manusia sering tidak puas dengan kehidupan kita, yang berarti, kita sebenarnya tidak puas dengan Tuhan. Ketidak-puasan kita kepada Tuhan bukan karena kita kekurangan trust karena Tuhan tidak riil. Bukankah di atas uang dolar tertulis “in God we trust”? Krisis keuangan yang katanya sudah berubah menjadi krisis ekonomi di AS adalah bukti bahwa manusia kebablasan trust kepada perusahaan-perusahaan yang sebenarnya mereka tidak kenal. Mereka berani dan percaya meminjamkan uang tabungan hidupnya dalam bentuk saham, surat berharga kepada peminjam, perusahaan atau institusi yang sebenarnya tidak riil bagi mereka karena mereka belum pernah bertemu. Jadi bukan masalah tidak adanya trust, tetapi tidak adanya rasa puas dengan Tuhan. 

Rasa tidak puas dengan Tuhan ini juga yang dialami Hawa sehingga membimbingnya menghampiri dan akhirnya memakan buah dari pohon tentang baik & jahat. Rasa tidak puas bahwa Tuhan memberikan yang terbaik kepada setiap anakNya berarti berpersepsi negatif kepada Tuhan. Rasa tidak puas inilah yang persis diciptakan si ular pada Hawa, bukan? Oleh karena rasa tidak puas itu, banyak orang berusaha cari uang cara cepat dan membangun kehidupan melebihi kemampuannya dengan jalan KREDIT yang berlebihan, bukan sekedar untuk kebutuhan tetapi untuk keinginan, seperti perkataan : “We buy things that we don’t need, to attract people who don’t care, with money we don’t have.” 

Rasa tidak puas sulit membuat kita dapat bersyukur kepada Tuhan dan mengasihi sesama. Sebaliknya, rasa tidak puas akan membawa kita menjadi greedy, rakus karena takut. Sejak dulu, kira-kira tahun 1987, sudah ada film yang menggambarkan pola kehidupan ini, Wall Street yang dibintangi oleh Michael Douglas sebagai Gordan Gekko dengan statementnya yang terkenal “greed… is good & money never sleeps.” Di dalam kehidupan yang dikuasai Mammon hanya satu hukumnya, zero sum game bukan sharing prosperity. The profit is mine, the loss is yours. 

Selain greedy, Mammon membuat mangsanya alergi terhadap tanggung jawab. Padahal tanpa tanggung jawab tidak mungkin seseorang dapat menyangkal diri & memikul salib untuk selanjutnya mengikut Kristus. Sifat tidak mau bertanggung jawab akan membuat orang berupaya sebisa mungkin untuk melemparkan semua tanggung jawab ke pihak lain, yang dalam krisis ekonomi kali ini salah satu wujudnya dikenal dengan nama CDS (Credit Default Swap). Maka tidaklah mengherankan kalau dikatakan bahwa tidak ada satu orang pun yang dapat menghitung secara pasti berapa besar kerugian dalam krisis ekonomi AS kali ini, dikarenakan panjangnya mata rantai yang diciptakan orang untuk membuang tanggung jawab. Sifat tidak mau bertanggung jawab juga terlihat dari sikap gambling yang tinggi, tidak peduli terhadap resiko yang mungkin terjadi, seperti yang terjadi dalam krisis ekonomi saat ini. 

Memang sulit bagi orang yang sudah terbiasa berkubang dalam lumpur Mammon, walau sudah menjadi Kristen sekali pun, untuk dapat berubah dengan meninggalkan Mammon dan memilih Tuhan. Kalau tidak menyangkal diri dan memikul salib tiap hari, seseorang tidak akan dapat mengikut Yesus (Matius 16:24). Sulitnya bagi mereka yang cinta Mammon untuk mengikut Yesus oleh Tuhan Yesus sendiri diibaratkan seperti onta yang tinggi masuk lubang kecil di malam hari, karena pintu gerbang kota sudah tutup. Onta tersebut harus melipat kaki nya dan merangkak perlahan memasuki “lubang jarum” (Matius 19:24). Coba perhatikan cara para pengusaha (yang katanya Kristen sekali pun) dalam berbisnis. Kalau bisa semua pesaingnya dimatikan. Mereka seperti serigala yang haus memangsa serigala yang lain – “act by instinct like wild animals” – kata rasul Petrus. Jadi tepat benar apa yang dikatakan Tuhan bahwa kita tidak dapat menyembah Tuhan dan Mammon. Kita diminta untuk memilih. 

Hanya pada saat kita puas kepada Tuhan, kita mengalami fulfillment dan kita dimampukan bersyukur dan bahkan mengasihi sesama, sehingga kita dapat berkata seperti Daud dalam Mazmur 23…. 

Tuhan itu gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang: Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Apakah kita merasakan rasa syukur bergejolak dalam diri dan rasa takjub kepada Kristus ketika membaca perkataan Daud ini? Kalau demikian halnya, berarti kita melihat hidup ini bukan sekedar harus dipuaskan dengan fokus dari pagi sampai malam mengejar power, position, pleasure, & possession. Melainkan hidup ini ada kaitannya dengan rencana agung Tuhan dalam penciptaan & penebusanNya di mana kita telah ditetapkan oleh Tuhan sebagai pemeran utamanya. Sebaliknya, jika perkataan Daud di dalam Mazmur 23 tidak memberikan effect pada saat kita membacanya, jangan-jangan tipu muslihat Mammon sudah masuk dalam diri kita.. 

Waspadalah....


JB for People (By.ppa)

08 Juli 2009

TUHAN PASTI MENOLONG





Pernahkah Anda merasa bahwa Tuhan terlambat menolong, saat krisis melanda? Mungkin saat itu Anda bertanya-tanya, apakah Tuhan tidak sanggup menolong atau Dia sudah tidak perduli lagi।

Mungkin itulah yang dirasakan oleh umat Israel saat melihat pasukan Firaun mendekat(Keluaran 14:15-31).Mereka menghadapi jalan buntu karena di hadapan mereka membentang Laut Teberau yang tak terseberangi। Musa memang sudah memberikan janji dan jaminan Tuhan bahwa mereka tidak akan ditangkap lagi oleh Firaun. Kenyataannya Firaun semakin dekat, sementara belum ada tindakan sama sekali, baik dari Musa maupun dari Tuhan. Namun justru pada saat itu Tuhan menyatakan kedaulatan-Nya. Ia tidak terlambat bertindak. Ia tidak tinggal diam (band. ay. 13, orang Israel akan diam saja), melainkan campur tangan dengan melakukan mukjizat yang besar, yang pertama kali mereka saksikan seumur hidup mereka.

Tuhan bertindak tepat pada waktunya dalam kebuntuan, ketegangan, dan ketakutan yang sedang dihadapi manusia dengan memberikan jalan keluar kepada mereka. Dia menyatakan kuasa-Nya. Pertama-tama dengan tiang awan-Nya yang membuat malam menjadi sangat gelap sehingga pasukan Mesir tidak dapat mendekati umat Israel semalam-malaman (19-20). Dengan memakai tongkat Musa yang diulurkan ke laut Teberau, Tuhan membelah laut tersebut sehingga terbentuk tanah kering untuk dilalui umat Israel ke seberang. Umat pun menyeberang dengan selamat. Dan akhirnya, dengan kuasa dahsyat-Nya atas alam, Ia menenggelamkan pasukan Firaun di laut Teberau hingga binasa.

Tuhan tidak pernah terlambat bertindak, kuasa-Nya yang dahsyat sanggup menyelesaikan masalah sebesar apapun. Karena itu jangan pernah kehilangan iman kita kepada Tuhan. Ia peduli dan akan bertindak dalam kuasa dan kedaulatan-Nya.

Entah Dia akan melalukan krisis itu secepatnya atau Dia akan meningkatkan kekuatan anak-anak-Nya dalam menghadapi krisis tersebut.
Yang Jelas, Rencana-Nya selalu Indah pada waktunya. Percayalah